MULAI TERKIKISNYA KEARIFAN LOKAL

Perjalanan waktu dan prilaku zaman semakin berkembang menuju era post- modern, kearifan lokal yang menjadi kebutuhan sekarang menjadi sebuah hal yang sulit dipertahankan. Baik itu berupa tutur kata, benda, kegiatan, ataupun kebudayaan yang pada awalnya dijunjung tinggi oleh setiap orang.

Kini menjadi sebuah hal yang sangat mahal untuk ditemui, kalaupun ada hanya pada batas-batas kegiatan tertentu saja. Keadaan yang sangat memprihatinkan bagi orang-orang yang sangat mempunyai belarasa yang tinggi.

Contoh konkrit yang sudah mulai terkikis, tutur kata yang santun, tari tradisional, kesenian, ataupun alat musik tradisional yang masing-masing semua pernah dimiliki. Kini terlihat sangat mulai sedikit minat dari generasi muda untuk meneruskan kearifan lokal tersebut.

Dunia teknologi memang memangsa segalanya, apapun yang kurang modern akan dicaplok dan dilindas hingga tak bersisa. Sopan santun dan sikap saat berbicara dengan orang tua, kini mulai tergeser karena untuk berbicara dengan orang tua memang tidak harus dengan bertatap muka. Transformasi kehidupan memang suatu tuntutan dan kebutuhan, namun nilai-nilai luhur tak harus dilupakan.

Memang menjaga kearifan lokal di era post-modern ini harus membutuhkan kesabaran, dengan membangun kararter dimulai dari masa anak-anak atau peran kedua orang sangat dominan ini juga perlu dibutuhkan.
Sudah sepantasnya tugas siapa lagi kalau bukan kita-kita ini. Untuk menjaga keutuhan budaya asli darimana kita berasal. Namun bukan berarti kita harus berpikiran kolot, karena berpikir kolot ataupun tidak mau maju, akan tetapi budaya leluhur ini perlu untuk diperjuangkan, karena merupakan harta warisan yang tak ternilai harganya.

Mari kita selalu menjaga kearifan lokal yang ada dan yang kita cintai ini, dengan tetap membuat generasi muda penasaran dan ingin tahu, sehingga muncul rasa haus akan ilmu tentang kearifan dan budaya lokal penginggalan nenek moyang kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s