RETREAT ?

Dalam edisi hari ini saya mencoba mengangkat tema “Tradisi Retreat di Jemaat Gereja”. Semoga apa yang tertulis menjadi dasar dari makna retreat yang selama ini dilakukan semakin memperoleh sinar pencerahan.
Sebab dari retreat ini mengandung proses dan makna yang luhur. Di dalam retreatlah gereja – baik dalam makna pribadi maupun institusi bisa terus-menerus memelihara spiritualitas yang berakar dari keprihatinan sekaligus kepedulian Allah yang berkenan menyapa, melayani dan membebaskan umat manusia dan seluruh ciptaan-Nya dari kuasa maut. Bukanlah spiritualitas seperti ini, masih sangat layak dikembangkan untuk masa mendatang ?

Memang kita akui retreat yang sering diselenggarakan oleh Jemaat Gereja masih belum menyimpan greget yang berarti. Sepintas kita pandang makna retreat seperti ‘nggak karuan’, kacau-balau, salah-kaprah, karena sebenarnya bukan itu yang jadi sasaran. Jadi pemahamannya masih kurang. Hal ini disebabkan belum ada wacana atau buku panduan tentang retreat. Apakah para pendeta dalam menempuh pendidikan teologi belum pernah mendapat pembekalan mengenai retreat ?

Menurut asal kata retreat berasal dari bahasa Perancis LA RETREIT, yang betarti pengunduran diri, menyendiri, menyepi, menjauhkan kesibukan sehari-hari dan menjauhkan diri dunia ramai. Makna itu sebetulnya tak jauh dari tradisi jaman Tuhan Yesus sebagai cerminan kehidupan Nya. Sering menjauhkan diri untuk berdoa secara pribadi. Namun yang terjadi retreat sekarang ini menjadi ajang wisata yang kurang ditemukan makna spiritualitasnya. Heran kan ?! Salam untuk berbenah, Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s