KEBEBASAN YANG TERSELUBUNG

Di era informasi ini membuat hati jenuh dan rasanya ada yang tidak nyaman. Dengan mudah orang mengkonsumsi media masa, dengan seenaknya menulis berita, tentu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Selain sudah menyimpang nilai-nilai kode etik jurnalistik yang ada juga berita hoax yang lebih mengerikan. Belum lagi peran para elit politik yang sebenarnya menjadi peneduh suasana masyarakat malah semakin membuat manufer-manufer politiknya yang tidak jelas. Kacau !

Merupakan suatu fenomena yang menggambarkan negara ini berada di dalam ketidak pastian karena para tokoh elitnya hanya mengemas kepentingan kelompoknya. Dan agama yang semestinya menjadi payung peneduh dan filter permasalahan justru menjadi kendali politik amatiran yang tidak sedap. Nah yang menjadi pertanyaan, peradapan bangsa ini mau dibawa ke mana ?

Informasi semakin kacau dengan kebebasan yang tak terbatas dan akses informasi bagaikan kran yang bocor mengalir ke mana-mana. Bagaimana tidak ! Jika masyarakat menjadi komoditi pelaku-pelaku jurnalisme warga.

Nah bagaimana dengan kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Dalam menegakkan kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik atas informasi yang wajib mematuhi landasan yang semestinya contoh sebagai berikut :

-Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
-Jurnalis selalu menguji informasi dan hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.
-Jurnalis tidak mencampuradukkan fakta dan opini.
-Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang berkaitan dengan kepentingan publik.
-Jurnalis memberikan tempat bagi pihak yang tidak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka.
-Jurnalis mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan, pemberitaan serta kritik dan komentar.
-Jurnalis menolak segala bentuk campur tangan pihak manapun yang menghambat kebebasan pers dan independensi ruang berita.
-Jurnalis menghindari konflik kepentingan.
-Jurnalis menolak segala bentuk suap.
-Jurnalis menggunakan cara yang etis dan profesional untuk memperoleh berita, gambar, dan dokumen.
-Jurnalis segera meralat atau mencabut berita yang diketahuinya keliru atau tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada publik.
-Jurnalis melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.
-Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.
-Jurnalis tidak menjiplak.
-Jurnalis menolak praktik-praktik pelanggaran etika oleh jurnalis lainnya.
-Jurnalis menolak kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, agama, pandangan politik, orang berkebutuhan khusus atau latar belakang sosial lainnya.
-Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberikan informasi latar belakang, off the record, dan embargo.
-Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku serta korban tindak pidana di bawah umur.
-Jurnalis menghormati privasi, kecuali untuk kepentingan publik.
-Jurnalis tidak menyajikan berita atau karya jurnalistik dengan mengumbar kecabulan, kekejaman, kekerasan fisik dan psikologis serta kejahatan seksual.
-Jurnalis menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak beritikad buruk, menghindari fitnah, pencemaran nama dan pembunuhan karakter.

Inilah fenomena yang terjadi, inilah fenomena yang ada yang harus kita terima. Dengan kebebasan pers yang semakin bebas dan bebas walau harus menodai nilai-nilai kode etik yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s