POLITIK KEBAJIKAN

Jalan Tunjungan belakangan ini menjadi tempat pertemuan komunitas dadakan sebab keberadaannya hanya tiap hari Sabtu malam. Jadi sudah menjadi agenda rutin. Jalur pedestarian dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong. Memang kelihatannya tidak mengganggu kepentingan umun, namun kadang juga memenuhi ruas jalur pedestarian, ini yang kita sayangkan.

Biasanya mulai berkumpulnya sekitar 20.30 hingga dini hari. Lorong lokasinya mulai Jalan Basuki Rahmad sampai Jalan Tunjungan. Wah, memang sangat mengasyikkan cangkruk sambil diskusi, tentu diskusi yang bermutu pada konteksnya saat ini.

Kebetulan saat ini sedang mengulas tentang politik kebajikan yang sudah mulai ternoda oleh isu-isu yang tidak jelas, rasa toleransi sudah mulai tergerus dengan munculnya para politisi amatiran yang saling mengaktualisasi diri bagai badut-badut politik yang mencari sensasi.

Dengan seteguk kopi hangat menambah suasana menjadi “sumringah” dalam mengemas makna dari politik kebajikan yang diulas malam itu.
Memang Politik Kebajikan dipahami sebagai tindakan yang menjunjung nilai-nilai moral, seperti: kebebasan, keberanian, keadilan, ketulusan, keteladanan, kebenaran, kejujuran, kesederhanaan, dan sejenisnya. Kebajikan politik adalah upaya berpolitik berbasis moralitas itu.

Politik berbasis kebajikan (virtue) disuarakan oleh filsuf dan pemikir seperti Plato dan Aristoteles, politik yang diwacanakan dalam dunia ide dan sebagai harapan ideal.
Di sisi lain, terdapat kenyataan politik, sebagai upaya meraih kekuasaan. Dalam wilayah ini politik adalah tujuan, hasrat, atau ambisi, untuk menang. Dalam dunia real ini politik dikenal sebagai penggunaan segala cara dan menghalalkan semua upaya, termasuk mengabaikan moralitas, fokus pada kepentingan kelompok atau keuntungan pribadi.

Semakin malam tambah seru dan mantap. Tidak rugi kita “melek sampek bengi” namun bersinergi. Hingga tak terasa waktu sudah mendekati pagi seraya kami menyeruput sisa kopi yang sudah dingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s