REFLEKSI

Berbicara tentang toleransi sebagai dasar kita merengkuh hidup dalam kebersamaan, bila kita hayati makna yang sesungguhnya, akan kita temukan damai dan sejahtera hidup ini. Namun kenyataan yang terjadi hanya sekedar gambar, sketsa kehidupan yang buram, lalu buat apa toleransi didengung-dengungkan. Toh, negeri ini sangat menjunjung akan nilai-nilai toleran yang tinggi berdasarkan makna kebijakannya. Namun dalam penghayatan yang sesungguhnya, masih ada ketimpangan dan gamang. Bisa kita lihat, banyak benturan-benturan di tengah masyarakat. Antara suku, budaya juga agama. Sesuatu yang mestinya mendapat perhatian.

Pada hakikatnya agama yang semestinya sebagai dasar penyangga dan filter permasalahan, kini malah sebaliknya, agama sebagai komoditi politik yang empuk bagi para politisi. Di mana letak keadilan yang sesungguhnya ? Mau dibawa ke mana negri ini ? Dan sampai sejauh mana sebagai yang minoritas anak negeri ini mendapat jatah keadilan yang layak dan merata ? Mungkinkah kita masih “betah” berharap, pasrah dan bersandar pada pola hidup sebagai orang yang sabar tetap juga “ngalah”
Mungkinkah terus seperti ini ?

Iklan

Satu tanggapan untuk “REFLEKSI

  1. Di kota saya ada sebuah kecamatan bernama, Kaloran, yang sering juga disebut Indonesia kecil. Di kecamatan itu ada berbagai macam agama, dan alkhamdulillahnya masih rukun” saja dan saling menghargai. Semoga selamanya dan semoga Indonesia juga seperti itu.😃

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s