AIR MATA RETAK

“…Tuhan itu tercipta saat manusia mempunyai cita-cita atau impian, namun tak terlaksana. Jadi, apa yang selama ini manusia bayangkan tentang Tuhan hanyalah suatu sosok yang muncul karena keinginan, mimpi dan kekecewaan. Ketika manusia terbentur pada ketiga hal itu maka manusia segera membayangkan Tuhan…….”
(Airmata retak, halaman 35)

Air Mata Retak sebuah karya novel yang sangat menarik untuk dibaca. Seorang Marhaeni Eva sengaja membuat karya ini yang secara tidak langsung menyindir dengan satir tentang budaya feodal, agama yang patriakal dan hukum perundangan yang tidak membumi. Nawangsasi sebagai tokoh utama dalam novel ini dan Djati sebagai kekasinya yang penuh kesabaran juga keteguhan hati mencoba untuk melawan dinding-dinding tebal. Tentang budaya yang penuh kecongkaan dan kesombongan.
Nawangsasi yang cantik dan punya bakat melukis juga penari menjadi penyejuk suasana jiwa kekasihnya. Tak ayal dua insan ini saling merajut makna cinta yang sesungguhnya. Namun, lewat usaha yang gigih akhirnya ia bisa merintis perjalanan bersama Nawang. Meski bukan perjalanan yang menawarkan gelaran permadani merah bertabur wangi melati, melainkan jalan yang tak terbayangkan liku-likunya.
Di awal halaman, pembaca akan langsung disuguhi oleh upacara pernikahan Djati dan Nawangsasi yang hanya dihadiri oleh sahabat dekat tanpa seorang imam dari agama apapun. Hal ini adalah salah satu perlawanan penulis terhadap hukum negara yang hanya mengakui enam agama tanpa mengakomodir sekian banyak aliran kepercayaan lainnya yang telah ada sejak zaman nenek moyang kita.
Kita juga bisa melihat praktik feodalisme dan budaya partriarki yang dilakukan secara keji bahkan oleh sesama kaum perempuan yang menjadi agen dari feodalisme dan patriarkalisme melalui penuturan Nawangsasi tentang luka masa lalunya. Wah, pokoknya sangat menarik dan anda juga akan dikejutkan oleh akhir cerita yang tak terduga dan menguras airmata.

Biografis tentang penulis novel:
Siapakah sesungguhnya Marhaeni Eva? Marhaeni kecil lahir dan tumbuh di desa dekat kaki Gunung Lawu. Ayahnya adalah seorang mantri kesehatan yang ditugaskan di pelosok dusun, yang pada masa akhir orde lama menuju awal orde baru harus berjalan belasan kilo guna mengobati masyarakat yang hanya mampu membayarnya hanya dengan seikat sayuran, singkong, atau beberapa liter beras.
Setelah Marhaeni menikah, urusan rumah tangga yang tiada putusnya membuat keinginannya untuk menulis tertunda begitu lama. Namun, hal tersebut tidak mampu mematikan gairahnya untuk berkarya. Puluhan puisi dan belasan cerpen yang belum diterbitkan telah berhasil ditelurkan oleh lulusan pendidikan guru ini.
Belajar menulis dilakukan Eva secara otodidak. Bakat yang sudah muncul sejak kecil dimulai dari minat bacanya yang sangat tinggi. Belum genap 10 tahun, Eva sudah melahap buku karya H.C Anderson dan terperangah oleh salah satu karya Kahlil Gibran yang kala itu begitu sulit dipahaminya namun justru jadi pemicu kegelisahan kreatifnya. Sebagai seorang anak kecil, ia tidak habis pikir membayangkan ada dunia yang begitu berbeda dengan tempat ia tinggal di mana ada musim salju, pohon maple, poplar, willow, yang baginya demikian asing namun menarik keingintahuannya.
Setelah menunggu begitu lama dalam pertapaan kreatifnya, pada tahun 2003 dari “kandungan”nya yang terlalu lama menahan “kontraksi” pun lahirlah novelnya yang pertama berjudul Berguru pada Anjing, sebuah novel tentang kritik sosial yang disuarakan oleh seorang perempuan gila bernama Srikandi.
Airmata Retak adalah novel keduanya yang telah diterbitkan. Feminisme, kesenian budaya bangsa, keanekaragaman hayati, romantisme yang tidak cengeng, terangkum dalam cerita fiksi ini. Dwi. BI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s