NILAI UNAS DAN KAWASAN

Dinas Pendidikan (Dispendik) telah memberi instruksi dan sekaligus memb
eri petunjuk teknis pelaksaaan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yaitu pada jenjang Sekolah Dasar
(SD) dan jenjang Sekolah Menengah Negeri (SMPN) di Surabaya.
Dalam pelaksanaannya ada beberapa perbedaan, yaitu sekarang tidak lagi menggunakan nilai ujian nasional dan dihapusnya jalur sekolah kawasan.Dengan itu Dinas Pendidikan (Dispendik) terpaksa mengumpulkan ratusan kepala SD dan SMPN di Convention Hall, Jalan Arief Rachman Hakim, untuk memberi sosialisasi. Kepala Dispendik Surabaya (26/4). Ikhsan memberi instruksi, bahwa juknis PPDB yang sudah diterapkan, baik pada jenjang SD dan SMPN harus mengikuti peraturan yang sudah ada. Yaitu Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB. Selain itu, ada surat edaran (SE) bersama antara Mendikbud dan Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Nomor 420/2973/SJ tentang PPDB.”Dispendik mengikuti permendikbud, tetapi beberapa disesuaikan kondisi yang ada di Surabaya. Tentu penyesuaian itu sudah dikoordinasikan dengan Kemendikbud” katanya. Sesuai dengan permendikbud tersebut beberapa hal ditegaskan. Di antaranya, tidak boleh dilakukan tes baca, tulus, dan berhitung untuk masuk SD yang berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta. Selain itu, pendaftaran SMPN tidak lagi menggunakan nilai ujian sekolah atau ujian sekolah berstandar nasional (USBN)
Namun nurani menggunakan zonasi atau jarak. “Tidak ada lagi sekolah kawasan” tegasnya.Kata Ikhsan juga ada penegesan lagi, bahwa “Tahun ini ada tiga jalur pelaksanaan PPDB SMPN. Tentang jalur zonasi, prestasi dan mutasi. Bahwa sistem zonasi tersebut mendapat kuota 90 persen, jalur prestasi 5 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Jadi kuota 90 persen jalur zonasi tersebut tidak masuk anak-anak inklusi dan mitra warga. Sisanya nanti reguler,” jelasnya.Kalau begitu bisa juga, jalur prestasi dibagi menjadi dua kategori yang perlu disikapi. Yaitu jalur prestasi dari nilai ujian nasional dan jalur lomba. Dan dari situ akan mendapatkan kuota 2,5 persen dari perhitungan kuota 2,5 persen melalui prestasi nilai UN tersebut yang diambil dari jumlah pendaftar yang masuk di SMPN tersebut.”Dari yang mendaftar itu, akan ditarik nilai paling tinggi hingga ketemu pagunya. Jadi, bukan 2,5 dari nilai UN seluruh Surabaya” tegas Ikhsan lagi. Nah, kesimpulannya bisa jadi, jalur tersebut diperuntukkan untuk orang tua yang sedang pindah tugas ke Surabaya, namun harus disertai data lampiran surat pindah dari perusahaan.
Jadi sebaliknya bisa juga untuk jalur zonasi dari siswa luar kota terperangkap pada sistem yang berlaku sekarang ini. Dalam pengertian bisa gugur.Sementara untuk jalur prestasi nilai UN, siswa masih diberi kesempatan untuk mendaftar dua pilihan zona. Yakni, dua-duanya di dalam zona atau satu di dalam zona dan satu lagi di luar zona.
“Pulihan ini untuk memfasilitasi siswa dengan UN terbaik untuk memilih sekolah yang diinginkan di luar zona” tambah Ikhsan mengakhiri. Hemm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s