JIKA SUAMI TAKUT ISTRI

Suami takut isteri. Pepatah ini kedengarannya sangat menakjubkan dan seakan kita terbuai oleh pandangan yang sangat menyeramkan. Ada apa ya ? Istri kok sangat menakutkan. Apa si istri punya temperamen yang mrnyeramkan ? Hem, aku kok jadi mrinding. Dulu memang pernah ada sinetron cerita komedi rumahtangga di stasion TV swasta. Yang judulnya “Suami-suami Takut Isteri” Sungguh bisa dibayangkan, sosok seorang pria yang gagah dan berani cuma terlihat gagah berani saat berada di luar rumah saja. Pada saat posisinya sudah masuk ”kandang” ternyata sangat takut pada isterinya.
Memang pada kenyataannya, istrinya terkesan sangat menyeramkan. Sang suamipun bertekuk lutut padanya.
Sementara dalam kehidupan nyata, sungguh jauh berbeda. Sama sekali jauh dari kesan lucu, bahkan saya sendiri melihat fenomena suami takut isteri ini sebagai suatu hal yang sangat memprihatinkan walaupun mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai hal yang biasa.

Bila kita coba untuk mengkaji ulang lebih dalam, prilaku rumahtangga yang sangat lucu ini. Memang banyak orang memandang persoalan ini hanya bersifat biasa dan lumrah dan sangat sepele.
Hus ! Ini bukan hal sepele, namun menjadi perguncingan atau santapan rasan-rasan orang atau tetangga disekitarnya. Nah, apakah persoalan ini dibiarkan terus bermuara dan menjadi lelucon ? Ah, ya tentu tidak !

Namun tidak menutup kemungkinan, jika ada suami yang takut pada isteri karena memiliki banyak kelebihan dibanding dirinya, ini masih bisa dimaklumi walaupun kurang tepat. Sebagai contoh, Isteri kedudukannya lebih tinggi dalam status sosial, entah dalam hal pendidiikan ataupun pekerjaan sehingga suami merasa sedikit minder. Tapi sebaliknya, jika Isteri lebih rendah segalanya dibanding suami dan suami sangat takut pada isterinya, ya memang agak aneh juga. Tapi kenyataannya ? Kejadian seperti ini banyak saya temui dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi jika ketakutan suami pada isteri ini diitunjukan dengan sikap banyak mengalah demi kebaikan bersama dengan tujuan menghindari pertengkaran atau karena berniat menghormati pendapat isteri, ini bisa diterima. Karena sangat cintanya terhadap istri dan istri bagaikan ratu.Tapi kalau suami terus mengalah dan membiarkan isterinya merasa diri paling benar, terus mendikte suami untuk selalu mengikuti kemauannya atau menuntut suami untuk mengambil keputusan yang tidak rasional/merugikan banyak pihak, ini yang bahaya ! Hem….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s