TIRANI DAN EGO DIRI

Pagi saat fajar menyingsing kulangkahkan kakiku untuk menuju di sebuah perkampungan tua di Glintung RW 23 yang berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sebelum dikenal sebagai kampung 3G (Glintung Go Green), Kampung Glintung dulunya merupakan sebuah perkampungan tua yang sangat penuh kenangan dan sejarah. Aku coba untuk mendatangi ke rumah warga, sebagai tokoh masyarakat. Ya, tentu ingin tahu lebih dekat keberadaan kampung Glintung ini. Saat berkunjung ke sana, tak sedikit warga yang bercerita tentang kehangatan Kampung Glintung yang usianya sudah begitu tua itu.

Melalui proses panjang fase demi fase, identitas dan jati diri sebagai kampung kuno itu telah kutemukan, sebagai sejarah. Dicoba untuk dikembalikan dengan salah satunya lewat puncak launching Glintung Kultur yang digelar pada Sabtu (27/4/2019) malam. Suatu perhelatan yang digelar menjadi sebuah perayaan atas mulai ditemukannya kembali identitas dan jati diri Glintung RW 23 yang berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sebagai catatan khusus yang perlu ditorehkan sebagai cacatan bersejarah, telah sukses menggerakkan warga untuk bergiat dalam aktivitas seni budaya tradisional, juga berhasil menggali kembali identitas kampung kuno yang telah tercatat keberadaannya sejak abad ke 9-10 Masehi.
Pada rangkaian pertama event Launching Glintung Kultur yang dilaksanakan tanggal 20 April 2019 lalu, telah dikupas dan dikaji berbagai puzzle.
Mulai dari sejarah Kampung Glintung berdasarkan penelusuran toponimi (kajian nama-nama yang masih terjejak), kajian tekstual (naskah kuno dan prasasti), kajian artefaktual (temuan-temuan artefak kuno), dan kajian ekofaktual (kajian kondisi bentang alam, detil-detil alam, apa-apa yang ada di alam kampung Glintung).

Kegiatan dengan menampilkan aneka pentas seni budaya tradisional.
Karena dalam beberapa bulan terakhir telah dilakukan latihan rutin dan dikembangkan oleh warga.
Mulai anak-anak, remaja, sampai orang-orang tua, serta beberapa sumbangan partisipasi performance dari seniman-seniman dari kota Malang, dari beberapa kota/kabupaten lain (Tuban, Situbondo, Banyuwangi, Bengakayan), dan beberapa musisi mancanegara (Italia dan Canada).
Tari Bapang menjadi pembuka di malam puncak acara tersebut dan dilanjutkan tari Remo, tari Candi Ayu, yang dimainkan oleh anak-anak dan remaja kampung Glintung dan para anggota karawitan kampung yang didominasi kaum ibu.
Acara dilanjutkan dengan kesenian Jaranan, Jathilan, dan Kucingan yang dimainkan oleh Sanggar Glintung Kultur pimpinan Bpk Soel dan Bpk Budi.
Kemudian Teater Telulikur digelar oleh kaum remaja kampung, disambung oleh kesenian rampak oleh Sanggar Rampak Rea-Reo Crew, pimpinan Ibu Mukti, warga Glintung.

Kemudiam oleh kelompok Unen-Unen Rangel dari Tuban juga tidak ketinggalan, berhasil membawakan beberapa komposisi eksplorasi bunyi-bunyian dengan menggunakan aneka instrumen musik tradisional dari berbagai daerah di nusantara. Seperti suling Sumatra, rebab Jawa, karinding Sunda, sape Dayak, dan lain-lain.Tampilan berikutnya adalah perkawinan alat musik tradisional dengan teknologi musik digital yang dibawakan oleh Ali Gardy Ber3 dari Situbondo. Lagu tradisional Sunda Es Lilin dan Man Upon The Hill (Star & Rabbit) dimainkan dengan aransemen yang unik dengan suling.

Juga tak ikut ketinggalan Dwi Cahyono sejarahwan dan arkeolog dosen Sejarah Universitas Negeri Malang, membawakan puisi narasi histori kampung dengan durasi hampir 30 menit ini menceritakan tentang bagaimana perjalanan sejarah masyarakat Kampung Glintung.Terutama dalam mengenali dan menemukan jati diri kampungnya, menghancurkan sifat tirani dalam diri berupa ego, keserakahan, manipulasi, pikiran negatif. Hem..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s