REFLEKSI

“Jangan kamu bertanya siapa ayahmu. Masih untung kau lahir ke dunia, masih untung kau dirawat !” kata seorang ibu.
Sepenggal kalimat yang tertulis di sebuah koran harian Jawa Post, Minggu 12 Mei 2019. Pada ruang lembaran cerita pendek.

Suatu teguran yang sangat menyakitkan, dan apalagi teguran ini disampaikan dari seorang ibu muda ke pada anaknya yang masih belia. Dari sini kita jelas akan marah dan bertanya. “Sekejam itu kau lontarkan kemarahanmu pada seorang anak yang tidak tahu dan ingin tahu, siapa ayah sebenarnya” Ini mungkin teguran kalian yang peduli.

Pada saatnya kita harus berpikir dan merenungi, suatu persoalan yang sangat pelik ini pada seorang perempuan di luar nikah. Akhirnya anak yang tidak berdosa menjadi korban dari sebuah percintaan palsu dan sesaat. Memang tidak bisa dibantah bila persoalan seperti ini sering terjadi dan harus terjadi. Di era milenial ini segala sesuatunya gampang terjadi. Sepertinya sudah tidak ada rasa dan asa.
Untung saja si anak belia ini tidak menjadi korban aborsi. Nah siapa yang harus bertanggungjawab menangani persoalan ini ? Apakah persoalan ini akan terus bermuara, tanpa harus ada riak gelombang yang menghentikan ?
Inilah teguran untuk kita, mungkin yang sudah terperangkap pada persoalan ini.
Untuk lebih dekat pada Tuhan dan bertawakal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s