SIAPA ANDROMEDA MERCURY ?

Poltisi PDI-P Adian Napitupulu menegur host acara Catatan Demokrasi Kita Tv One pada Selasa (7/5/2019) malam
Adian Napitupulu merasa ada perbedaan yang diberikan oleh host Catatan Demokrasi Kita, Andromeda Mercury
Terlebih Adian Napitupulu merasa dibedakan durasi waktu bicara yang diberikan padanya dengan yang diberikan oleh pihak oposisi
Catatan Demokrasi Kita menghadirkan Rocky Gerung, Dokter Spesialis Syaraf Dr Ani Hasibuan Mantan Komisioner KPU I Gusti Putu Artha dan Haris Azhar
Adian Napitupulu sebelumnya sudah terlibat debat cukup panas dengan Dr Ani Hasibuan, Rocky Gerung dan Haris Azhar
Selama perdebatan, Adian Napitupulu diminta untuk diam dan mendengarkan oleh Andromeda Mercury

“Sampai sekarang kenapa saya tidak diberi kesempatan untuk bicara ?” tanya Adian Napitupulu ke Andromeda Mercury saat Haris Azhar terus mencecar argumennya. Meski begitu Andromeda Mercury memilih untuk mengambil jeda iklan dalam perdebatan tersebut.

Disini telinga saya merasa tergelitik, tergugah untuk sedikit urun rembuk. Sebagai pribadi saya ikut prihatin mengapa bisa terjadi. Mengapa sosok Andromeda Mercury melakukan tindakan seperti yang dikatakan Adian Napitupulu. Dan anehnya ini juga pernah menimpa diri Ahok, saat menjabat sebagai gubernur.

Andromeda Mercury, yang pada saat itu mewawancarai Ahok, pun kaget melongo dan pucat pasi disemprot Ahok tiba-tiba. Ahok bilang…
“Saya ingatkan TVOne, jangan coba-coba membuat statement-statement yang mengada-ada dan merusak citra kami di mata masyarakat. Kami sudah cukup menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku, kalau memang kedapatan kami melanggar aturan kami siap dihukum!”

Belum selesai marahnya Ahok, ia ditanya lagi soal Satpol PP yang dipersenjatai. Ahok langsung naik pitam dan bicara dengan nada keras dan lantang,
“Anda dengar dari siapa bahwa Satpol PP dipersenjatai?? Nggak ada itu ! Kami gak pernah mempersenjatai Satpol PP, anda jangan memberi pernyataan yang tidak benar pada rakyat”

Sebagai warga masyarakat, tentu kurang nyaman melihat peristiwa seperi itu. Dan TVOne harus bisa mengevaluasi lebih lanjut dan mau memahami apa yang pernah menjadi kesrpakatan bersama.
Bahwa Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) berharap, para jurnalis dapat menjalankan profesionalitasnya di tahun 2018 mendatang. Hal ini mengingat tahun tersebut sebagai tahun politik.
Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana mengatakan, tahun 2018 merupakan tahun krusial bagi eksistensi jurnalis. Jurnalis dan media memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi yang tengah berlangsung.
Tahun ini pun diprediksi, pemberitaan akan banyak dihiasai oleh berita-berita politik dan kooptasi kepentingan, kekerasan juga dimungkinkan terjadi karena dampak dari pemberitaan dan cara kerja jurnalis di lapangan.

“Tuntutan profesionalisme serta independensi menjadi suatu keharusan,” kata Yadi Hendriana secara tertulis.
Tahun 2018 adalah tahun politik, di mana pemberitaan akan banyak dihiasai oleh berita-berita politik dan kooptasi kepentingan, kekerasan juga dimungkinkan terjadi karena dampak dari pemberitaan dan cara kerja jurnalis di lapangan. IJTI mengajak kepada seluruh jurnalis di Tanah Air untuk mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bekerja dengan profesional. Tampilkan wajah jurnalis yang profesional, berintegritas dan memegang teguh etika. Hem..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s