MENGAPA KORUPSI SEMAKIN MEMBUDAYA ?

Prilaku era zaman sangat berpengaruh pada pola kehidupan. Dan dibarengi pula pendidikan teknologi semakin tinggi karena kecanggihannya, tekhnologi yang berkembang melaju dengan pesat bak busur panah. Akhirnya yang kurang bisa menyadari akan terjerumus pada nilai moralitas diri sebagai anak bangsa. Seperti yang dikatakan Syarif dari KPK dari dampak yang terjadi dan menjadi bulan-bulanan KPK, yaitu korupsi. Ya, korupsi yang sudah pmembudaya.
“Yang paling tinggi yang korupsi itu adalah yang berpendidikan S2, lebih dari 200 orang,” kata Laode M Syarif Wakil Ketua KPK di depan ratusan kepala desa berprestasi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/8).

Nah, disini penulis bisa mengambil kesimpulan jika mengacu pada pola dasar pada pendidikan moral sebagai dasar awal, menurut UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 suadah tertuang, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Sedangkan moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi.

Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk dari budaya dan agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama. Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat, dll.

Nah, dasar ini seakan-akan hanya sebagai slogan dan hiasan semata Persoalan ini berkembang terus menuruti era zaman dan terus juga menunjukkan pada kegagalan dalam menjalankan pendidikan moral itu sendiri.
Pada dasarnya menurut para sang pemikir, pendidikan yang ideal adalah memberikan harapan masa depan yang bermutu dan berkualitas bagi generasi kita mendatang, baik secara jasmani ataupun rohani. Melalui pendidikan, baik yang sifatnya pendidikan umum ataupun agama, diharapkan dapat menjadi basis nilai, pemikiran dan moralitas bangsa agar mampu menghasilkan generasi yang tangguh dalam keimanan, kokoh dalam keperibadian, kaya dalam intelektual dan unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah yang menjadi dapur pikir kita bersama. Hem…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s