SIAPA TOKOH YANG SATU INI ?

Siapa yang kenal tokoh yang satu ini, seorang pengacara, pernah memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, dan merupakan pendiri Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) bersama almarhum Munir.
Memang tokoh yang satu belakangan ini namanya sudah mulai menjadi dapur pikir masyarakat luas dan dibicarakan banyak orang, yang kemarin tokoh ini namanya sudah mulai suram. Entah angin segar dari mana tiba-tiba muncul di tengah suasana politik negeri ini sedang terpuruk, kacau dan ambigu.

Ternyata angin segar itu merupakan sebuah iming-iming untuk dijadikan mentri oleh calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebagai salah satu figure yang akan dipercaya di dalam kabinetnya apabila terpilih di pemilihan presiden. Capres yang berpasangan dengan Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno ini mengenalkan deretan nama calon ”pembantunya” di pemerintahan kelak pada acara Pidato Kebangsaan di Surabaya. Dan Tokoh ini disebutkan bersama sekitar 80 nama tokoh lain.

“Ini menjadi bagian inti yang penting, walaupun lama,” kata Prabowo seusai memperkenalkan para tokoh tersebut pada sambutannya. Ya, memang tidak salah Prabowo memilih tokoh ini. Sebab ia yang sebelumnya pernah menjadi lKetua KPK. Dia lahir di Jakarta, 18 Oktober 1959. Pada 1984, Ia menyelesaikan studi di Universitas Jayabaya. Di awal kariernya, dan banyak bergabung dengan lembaga bantuan hukum (LBH), seperti LBH Jakarta, LBH Jayapura (1986-1993), dan Yayasan LBH Indonesia menggantikan Adnan Buyung Nasution menjadi Dewan Pengurus pada periode 1995-2000.
Juga ia salah satu pendiri Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), Kontras, dan Indonesian Corruption Watch (ICW). Sepak terjangnya dalam bidang HAM, membuatnya meraih
penghargaan Kennedy Human Rights Award. Pada 2001, dia menempuh program postgraduate di School of Oriental and Africand Studies, London University. Tahun 2002 menjadi konsultan anti KKN di Partnership of Governance Reform.

Dan yang lebih hebat lagi ia juga pernah menjadi panitia seleksi calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 154/2009). Saat ini, dia mengajar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, dan menjadi pengacara/Tim Penasehat Hukum KPK. Pengalaman Khusus Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, juga menjadi anggota Gerakan Anti Korupsi (Garansi), anggota Koalisi untuk Pembentukan UU Mahkamah
Konstitusi. Bahkan aktif dalam berbagai aktivitas Yayasan Tifa dan Kontras. Dia juga pernah menjadi anggota Tim Gugatan Judicial Review untuk kasus Release and Discharge, dan anggota Tim Pembentukan Regulasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwas Pemilu). Dan pernah menjadi kandidat calon pemimpin KPK. Namun hal tersebut gagal. Lalu ia ditawari oleh Presiden SBY untuk menjadi Ketua Komisi Kejaksaan, lantas ditolaknya dengan alasan merasa tidak pantas jika menerima tawaran pekerjaan lain setelah gagal jadi pimpinan KPK. Kini dia menjabat sebagai wakil ketua KPK.

Nah, kini yang menjadi pertanyaan mengapa sebagai tokoh yang mempunyai reputasi sangat baik ini, melangkahkan diri masuk dan terhanyut dalam wahana serta dinamika yang menantang juga belum jelas arahnya dan sangat kontroversial lagi. Secara pribadi saya sangat mengagumimu, namun sayang bila karya baru yang sedang kau kemas ini gagal. Wah, mau kemana lagi kamu sahabat. Masyarakat akan menilaimu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s