BUDAYA BEREMBUK

Umar Kayam (1989) dalam sebuah seminar pernah menyebutkan, masyarakat Nusantara sesungguhnya memiliki kebiasaan menyelesaikan setiap masalah melalui kultur berembuk. Yakni mengedepankan kebiasaan sikap terbuka dalam membangun dalam persetujuan bersama dan mufakat dalam setiap musyawarah. Sejak lama bangsa ini memberi bukti indahnya kultur berembuk. Kultur berembuk menjadi wacana yang genuline tradisi Nusantara kita.

Namun budaya berebuk yang ada sekarang ini sudah tergerus oleh prilaku era zaman yang semakin kurang menunjukkan jati diri sebagai pribadi yang santun. Kurang menghargai nilai-nilai indahnya kebersamaan, bila kita merasakan hidup saling hormat menghormati hidup di tengah sosial masyarakat Nusantara ini. Bukan malah kita menciptakan suasana baru yang keliru, salah kaprah ! Akhirnya apa yang terjadi, saling “gontok-gontokan njaluk menang sak akkarepe dewe, wis kalah ora ngakui kalahe trus njur piye, jan ?”

Budaya kita memiliki fondasi peradaban yang kuat dan tinggi yang harus kita lestarikan untuk generasi kita mendatang namun bila budaya kita sudah samar terkontaminasi oleh budaya lain yang tidak sesuai dengan peradaban kita ! Wah jelas kacau, seperti yang sekarang terjadi para elite kita saling haus berebut kekuasaan, seakan mengaburkan nilai-nilai luhur, budi pekerti yang sudah turun temurun menjadi pondasi peradaban yang luhur, yang harus tetap kita junjung tinggi ini. Namun nyatanya ?

Memang ada kalanya setiap budaya mempunyai sisi baik dan buruknya, tetapi pada hakikatnya yang perlu kita garisbawahi, bagaimana kita bisa menciptakan sisi keduanya itu saling melengkapi sehingga bisa memadukan yang baik menjadikannya sintesis baru, ini yang perlu kita lakukan. Bukan malah bertindak apriori, merasa paling benar. Filosofi yang baik adalah tidak merasa inferior terhadap budaya lain, tetapi juga tidak merasa superior dengan budaya kita sendiri. Mari kita saling berbagi menciptakan suasana berembuk yang baik dan santun secara komunal. Hem..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s