MUDIK TRADISI YANG MENYENANGKAN

Sudah menjadi tradisi setiap tahun menjelang perayaan Idul Fitri, jutaan orang berkendara menempuh jarak ratusan kilometer untuk pulang ke kampung halaman tanpa lelah. Sebab ingin lekas bertemu orang-orang yang sangat disayangi, dengan orang tua dan sanak saudara. Ini momen yang sangat membahagiaakan dan terasa haru biru menyelimuti suasana hati,saling melepas rindu, berpelukan, berciuman dan banyak lagi, lah ! Yang namanya lama tidak bertemu. Bagi yang biasa sering pulang tanpa menunggu tiap hari raya, ya biasa-biasa saja. Momennya tidak sebegitu indah, beda dengan yang sudah bertahun-tahun tidak pulang.

Mudik Lebaran sebernarnya bukan hanya sekedar temu perjumpaan, namun merupakan suatu bentuk fenomena kultural. Di mana temu perjumpaan yang memiliki makna tersendiri bila dipandang dari sudut ekonomi. Ini merupakan implikasi yang mengarah pada dinamika ekonomi warga masyarakat di pedesaan sebagai ujung tombak atas kehadirannya para migran ini.
Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada 2019 ini akan terjadi lonjakan arus mudik minimal 17 persen. Sekitar 60 persen pemudik ditengarai menuju Pulau Jawa dan 40 persen menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Dengan ketersediaan infrastruktur jalan tol trans-Sumatera niscaya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik untuk menempuh jalan darat dengan durasi perjalanan yang lebih cepat dan nyaman.

Tidak hanya itu dan tidak menutup kemungkinan, para migran ini harus pandai mengeluarkan uang, mengingat sekembalinya dari desa nanti kembali lagi ke kota asal mereka berkerja juga perlu uang. Tidak harus dihambur-hamburkan begitu saja.
Juga karena perubahan pola hidup masyarakat di era postmodern. Tradisi mudik yang berkembang di era masyarakat postindustrial tidak hanya sekedar untuk hura-hura dengan mengeluarkan uang seenaknya.
Masyarakat postmodern adalah masyarakat yang makin menghargai partikularisme dan kekhasan lokal. Sehingga ketika mereka mudik dan kemudian kembali ke kota untuk bekerja hampir bisa dipastikan membeli untuk sekedar oleh-oleh produk-produk buah tangan khas lokal. Ini suatu kebanggaan dan ciri khas tersendiri. Selamat bermudik-mudikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s