MAWAR DANI

Duta Kartika Travel siang itu mengantar ku pulang ke Malang, namun aku harus transit dulu ke Surabaya, ada sesuatu yang harus kuselesaikan secara adminitrasi, mengingat prosedurnya harus demikian. Mungkin selesai satu hari baru kembali ke kotaku, Malang. Hem, bercengkrama lagi dengan sanak keluarga yang tansah aku sayangi.Terasa udara sangat tidak bersahabat dan mendukung, gerah walau di dalam mini bus yang aku tumpangi sudah dilengkapi dengan AC. Kebetulan aku duduk paling belakang, namun aku tidak sendirian ada wanita lumayan cantik menurut penilaianku. Rambut yang panjang diikat pakai jepit kecil begitu saja ke atas, lebih ringkes dan semakin sedap dipandang. Kulit bersih kuning langsat, jadi aku ingat seperti wanita yang pernah aku kenal, yaitu Yanti. Cara bicaranya yang manja, teratur tidak berlompatan, menunjukkan ia sangat dewasa dalam berpikir. Ini yang paling aku suka. Jadi dengan kata lain lebih komunikatif, enak bisa cepat nyambung.Cerita terus berjalan bak air bening mengalir dari tebing ke dataran yang lebih rendah. Suaranya gemerecik selaras denting dawai dimainkan. Tak lepas dari semua itu, aku sudah menyiapkan recorder kecil khusus, kumasukkan di sakuku tanpa sepengetahuan wanita itu. Sebab kalau tahu nanti ia curiga. Wah, jadi kacau nanti. Nah, setelah aku mencoba ingin mengetahui sejauh mana cerita yang diungkapkan terbuka semuanya. Ya, karena harapanku supaya cepat lebih tahu apa sebenarnya yang tersembunyi di balik hatinya. Eh, ternyata wanita yang bernama Mawar Dani itu sedang mengalami problem yang sangat yang pelik dan komplek. Kasihan kamu, Nak ! Bisikku dalam hati, sebab aku menganggap sebagai anakku sendiri. Mawar masih umur sembilan belas tahun berjalan. Memang seusia ini sangat rawan dalam menapaki hidup, apa lagi jauh dari orang tua, harus mengarungi samudera kehidupan yang tidak menentu. Di Yogja Mawar kuliah di sebuah perguruan tinggi yang ternama. Kedua orang tuanya ada di Surabaya.”Kamu pasti tahu, jika perpisahan selalu erat dengan kesedihan, kekecewaan juga ujungnya mengarah patah hati.” kataku lirih.
“Tetapi mau apa lagi, semuanya sudah terjadi. Memang pada awalnya aku tidak menginginkan berakhir dengan perpisahan. Namun mas Wayan sukar untuk diajak kompromi. Dia tetap bersikukuh dan tidak mau mengakui janin di perutku itu anaknya.” kata Mawar pelan sekali hampir tak terdengar. Sebab ia malu dan jangan sampai didengar oleh penumpang yang ada di bangku depan.
Oh, ternyata Mawar Dani yang cantik ini, hamil ! Kok bisa kowe, tho dhuk…nduk. Bisikku dalam hati, tersentuh hati ini.Air yang mengalir dari tebing yang curam yang tadinya gemericik lembut, telah menghantam batu yang cadas ! Begitu kerasnya. Mawar dengan kejujurannya mengatakan, bahwa janin yang ada diperutnya bukan anak dari lelaki yang tidak bertanggung jawab. Pengecut ! Hatiku terasa berdegup ibarat terhantam batu yang cadas. Sebentar sambil kulirik perut Mawar. Ya jelas ya, nggak kelihatan buncitnya, mas bro ! Apa lagi Mawar pakai t-shit putih dibalut dengan jaket jean biru. Ah, kok bego amat ! Bisikku pada diriku sendiri yang teramat bego.”Lho ceritanya bagaimana kok bisa terjadi, Mawar ? Kok segampang itu kau berikan sesuatu yang sangat berharga ini.” tanyaku penasaran untuk membuka wacana baru. Tentang, mengapa, ada apa, kapan dan kok bisa terjadi ?.
Mawar tidak menjawab, hanya seraya ia mengusap air matanya yang membasahi pipinya. Aku mencoba menarik nafas panjang seraya merengkuh tangan Mawar dengan lebut, ya tak lain untuk memberi keteduhan hatinya. Memang orang seperti ini perlu mendapat perhatian dan kasih sayang. Kedua telapak jemari tangannya kudekap erat.
Tangannya terasa hangat dan bergetar, ini menunjukkan bahwa ia merasa ada yang peduli dalam kondisi seperti ini.Tak terasa mini travel sudah sampai di kota Surabaya memasuki gang di mana Mawar tinggal. Tertulis jelas di tiang papan, Sidoyoso Lebar Gang I. Oh, ternyata di gang ini Mawar tinggal.
“Makasih ya, Om. Mawar tinggal di sini.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s