PLURALISME DAN HARMONISASI

Mungkin banyak orang percaya dan bukan rahasia umum lagi bahwa jasa besar Gus Dur adalah mengukuhkan panji-panji pluralisme. Maka dari itu, tidak salah lagi bahwa Gus Dur adalah pejuang pluralisme yang merupakan rangkaian dari sebuah realitas yang tidak terbantahkan lagi.

Awal dari pluralisme itu sendiri dimulai dari sebuah kesadaran bahwa pentingnya perbedaan dan keragaman dikemas menjadi suatu perwujudan rasa harmonisasi dan humanisme yang sangat begitu dalam. Mengapa ? Suatu perbedaan merupakan fitrah yang harus dirayakan dan dirangkai menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial masyarakat. Bila ada yang beranggapan bahwa pluralisme akan menjadi sinkretisme, itu merupakan pandangan yang cenderung mengada-ada. Kenyataannya, pluralisme dan sinkretisme sangat tidak identik.

Memang pada hakikatnya di dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kedua institusi agama tersebut saling berbaur dan guyub. Bukan sebaliknya, agama dijadikan komuditi politik yang cenderung ingin merusak tatanan kehidupan yang ada. Maka dari itu dengan adanya saling membangun kerukunan dan selalu saling berinteraksi sosial yang damai dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun kegiatan sosial ekonomi dan diaplikasikan dengan penuh rasa persaudaraan. Dari sinilah akan semakin terkikisnya rasa intoleransi dan diskriminasi keyakinan.

Sebagai tolok ukur kerukunan beragama dan interaksi sosial, semenjak berdirinya komunitas Kristen di Mojowarno tahun 1845 dan berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang usianya sama-sama lebih dari satu abad yang lalu, ternyata sentral agama Kristen Mojowarno dan Islam Tebuireng yang letaknya bisa dikatakan berdampingan, tidak pernah terjadi gesekan atau konflik apapun dari perbedaan agama tersebut. Mereka hidup dengan penuh ketenangan dan kedamaian selayaknya saudara. Secara tidak langsung kedua institusi agama ini telah menunjukkan sikap toleransi yang sangat luar biasa.
Kebersamaan keduanya terasa kental, kerukunan yang terjadi dalam interaksi sosial. Inilah bukti konkrit perjuangan Gus Dus yang populer dengan sebutan Tokoh Plurarisme. (Catatan yang tercecer dari sarasehan Gusdurian)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s