SURAT BUAT SANG EDITOR

Selamat sore, ada sedikit yang perlu saya tanyakan. Maaf bila ini mengganggu kesibukan dan ketenangan anda. Nah kita ini mungkin bisa dikatakan dan disebut sebagai jurnalistik warga atau citizen jounalism, di mana kita sudah masuk di ranah media sosial, yaitu tentang penggunaan bahasa yang benar.

Nah, yang menjadi pertanyaan…..
Siapakah orang yang berperan aktif untuk mengoreksi, menata unsur bahasa, mengemas diksi dalam kalimat sampai kita berhadapan dengan suatu karya tulis di media sosial ini ? Tentu sampai sekarang ini belum ada yang bisa jawab. Lain dengan media tulis, koran, majalah dan karya buku. Sang editorlah yang berperan aktif untuk menjawab, menilai dan mengoreksinya.

Memang banyak tulisan-tulisan yang terlontar keluar dari konteks, seperti pemakaian kata-kata yang tidak tepat, membaurkan makna dan maksud kalimat, pemakaian kata yang berulang-ulang, adanya gejala pleonasme dan hiperkorek, dan penyimpangan lainnya.
Nah, siapa yang bertanggung jawab ?

Dalam menggunakan Bahasa Indonesia, selain memperhatikan kata yang baik, maka harus dilakukan dengan benar, maksud dari kata benar adalah bahasa Indonesia yang sudah disesuaikan dengan kaidah bahasa baku, baik dalam kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan.

Mungkin “panjenengan” masih ingat:
“Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”, demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, tentu yang benar.
Nah bagaimana menurut anda sebagai orang yang sangat peduli penggunaan bahasa yang benar di medsos ini ?

Iklan