ANTARA TARI REMO DAN YOSAKOI

Tahun ini festival Seni Lintas Budaya Surabaya diselenggarakan di depan gedung Siola tepatnya di jalan Tunjungan.Tidak seperti tahun-tahun yang lalu di Balai Kota. Event yang menarik dan identik dalam acara kemarin sore itu adalah Mlaku-Mlaku nang Tunjungan. Di situ pengunjung akan disambut dengan ratusan stan makanan, minuman dan aneka kerajinan yang dipajang di sepanjang jalan tersebut. Juga yang lebih simpati para pengunjung diperbolehkan ikut nari ngremo. Terdengar suara gemrincing gonseng saat kaki-kaki penari dientakkan saling berpadu mengikuti gerak tari yang lincah.

Tak ikut ketinggalan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut bangga terlihat dari wajah dan senyumnya yang terus mengembang sambil menikmati suguhan tarian dari arek-arek Suroboyo yang penuh semangat dan ceria dalam melakukan gerak tari remo dan yosakoi.
Seperti kata Sayekti Putri dari sanggar Pandusiwi di Sidotopo Wetan. “Kalau tim kami ini berlatih dua mingguan. Yang paling sulit itu menjaga kekompakan gerakan sambil tersenyum.”

Tak ikut ketinggalan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaki Tani ikut juga nimbrung di dalamnya, sambil menikmati perpaduan antara gerak tari remo dan yosakoi. Dia merasa sangat gembira dan senang, sebab merasa kagum.
“Kami ingin terus meningkatkan kerja sama atau persahabatan dengan Surabays,” jelasnya.
“Saya kira seluruh sanggar tari bisa melihat talenta anak-anak. Sesungguhnya mereka bisa menjadi penari yang profesional. Anak-anaknya juga semangat,” tutur Risma.

Dari even ini tercatat ada penampilan dari 18 delegasi yang hadir. Sebanyak 13 di antaranya peserta dari luar negeri. Antiek Sugiharti dari Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata ikut hadir dan sedikit mengungkapkan, bahwa festival internasional seni lintas budaya ini akan berlanjut hingga hari ini (21/7).
Nah, monggo yang ingin ikut menikmati hari ini masih ada waktu…..

Iklan