POTRET KITA DI GRUP INI

Ternyata kita tidak menyadari akan keberadaan kita di grup ini, bahwa kita sebagaian orang dari pelaku-pelaku jurnalisme warga, di mana kita bisa menginformasikan secara langsung peristiwa/kejadian di sekitarnya. Bahkan media utama (mainstream) memberikan porsi untuk jurnaslime warga. Jurnalisme warga menjadi sebuah peluang.
Memang tidak sedikit peristiwa yang kita laporkan termasuk peristiwa bencana alam, pergumulan pribadi, refleksi, opini dan banyak lainnya lagi. Kini bisa mengerti karena dengan kemajuan teknologi komunikasi, warga memang yang kebetulan berada di sekitar peristiwa bisa mengakses langsung dan membantu media utama mendapatkan gambaran awal peristiwa tersebut. Termasuk peristiwa di lingkup jemaat di mana kita berada.
Terkait dari itu bila Jurnalisme Warga sampai kebablasan, Tanggung jawab siapa? Maka jawabnya tanggung jawab kita bersama. Jurnalisme warga datang dari warga dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Bagi warga yang melewati pendidikan lumayan, sedikit banyak akan mengerti masalah “etika” atau “kepatutan”. Bagi warga yang tidak berpendidikan tapi mampu memiliki gadget canggih apalagi diliputi ephoria bisa berperan serta dalam menyebarluaskan informasi, maka kebablasan bisa dan sangat mungkin terjadi. Di sinilah kita sebagai warga jurnalisme yang memegang teguh akan janji kasih dituntut untuk bisa memerdekakan diri dalam bersikap tidak hanya hidup dalam ketergantungan.
Memang secara jujur, pada hakikatnya pewarta resmi, adalah pewarta yang memiliki (Bekerja) di media. Sudah dapat dipastikan yang bersangkutan pastinya sudah mendapat ilmu resmi jurnalistik lengkap dengan etika jurnalistiknya. Sekalipun pewarta yang bersangkutan bukan alumni fakultas komunikasi jurusan jurnalistik, tapi sebagai pewarta media, ia pasti sudah mendapatkan wawasan atau ilmu jurnalistik dengan etika jurnaslitik dari media. Tiap media memiliki kebijaksanaan yang berbeda-beda tapi secara umum semua berpegang pada Kode Etik Jurnalistik yang ada. Di sinilah potret kita di grup ini sebagian dari jurnalisme warga, mengapa ?
Kegiatan jurnalisme warga dilakukan secara bebas oleh setiap individu, maka etika sebagai seorang individu dan jurnalis warga harus selalu dijunjung. Artinya segala hal yang ditulis atau diunggah di platform media apapun, itu akan menjadi bersifat publik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s