PELAYANAN

Sebagai tolok ukur, warga GKJW yang dasar “Patunggilan Kang Nyawiji” dalam konteks pelayanan. Pelayanan, ada tiga model yang menjadi dasar.
Sebut saja pelayanan yang bersifat karitatif (bersedekah) menuju ke model reformatif (pembaharuan) hingga transformatif (perubahan). Nah, ketiga dasar ini sangat dibutuhkan dan sangat penting. Namun yang menjadi pertanyaan, sudah sejauh mana kita sebagai warga jemaat merealisasikan makna dari ketiga pelayanan ini ? Mungkin model karitatif hanya memiliki kesempatan yang sempit, yaitu sebagai pihak yang ‘pemberi’. Sebab ada dua pihak dalam tahap ini, yaitu si pemberi dan penerima. Contoh: sembako, donor darah, bakti sosial, dan lainnya. Demikian juga dengan model reformatif, bedanya hanya pada bentuk ‘barang’ yang diberikan. Akan tetapi, ada dua pihak yaitu si pemberi dan si penerima . Beda kalau model transformatif. Pihak yang terlibat tidak terbagi dalam kelompok si pemberi dan si penerima. Akan tetapi, semua memberi, semua menerima, semua bertumbuh bersama dalam proses belajar bersama melatih iman lebih terampil. Belum lagi perihal yang berkenaan dengan nilai-nilai spiritualitas, bersaksi dan melayani, tak luput dari proses belajar bersama. Inilah sebagian dari pertumbuhan iman. Sebab iman itu sendiri merupakan bentuk dari ucapan syukur (respon) manusia, atas cinta kasih Allah yang lebih dahulu dilimpahkan-Nya. Selamat melayani di ladang Tuhan yang penuh warna warni keindahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s