ART OF POLITICL

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).

Nah, untuk membangun kebaikan bersama dalam konteks politik di negeri ini ? Prosesnya sangat panjang dan tidak semudah yang kita bayangkan. Butuh waktu, tenaga dan pengorbanan.
Sejak kepemimpinan presiden yang pertama hingga yang terakhir ini, tidak ada buku yang mencatat tentang politik dalam kebersamaan. Langkah yang penting, sekarang kita membangun politik dari kebaikan pribadi, walau susahnya bukan main ! Apalagi membangun dengan cara kebersamaan dalam landasan politik. Namun yang penting kita tetap optimis menyibak badai yang terus menantang.

Memang politik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, kita ada karena kita bisa berpolitik. Politik adalah anugerah Tuhan untuk umatnya agar dapat menyelesaikan tugasnya di muka bumi, hidup teratur damai dan tentram. itulah tujuan politik. Jika kita maknai sejarah politik maka kita akan tahu bahwa tujuan politik untuk mendapatkan kehidupan di dunia yang lebih baik, begitulah penafsiran sederahana menurut Aristoteles.

Teori klasik Aristoteles inilah yang sekarang banyak ditafsirkan para pengamat, intelektual dan para politisi. Tentu yang tujuannya tidak sama, ada yang penuh kebajikan dan ada yang malah semakin kacau ! Karena prilaku era zaman yang semakin menutut dalam langkah perkembangannya. Hingga berubah dalam penerapanya, sebab politik ditafsirkan secara mentah dan dipraktekan secara praktis. Apakah tidak menyadari, bahwa politik merupakan ilmu pengetahuan, sesuatu yang diberikan Tuhan dengan cara mempelajarinya, memahaminya lalu mempraktekan apa yang dipelajari dan apa yang di pahami. Tentu, ya….

Sekarang tergantung pada diri kita sendiri, sejauhmana kita menerima dan menyikapi fenomena politik ini dalam kepelbagian wacana kehidupan di negeri yang kita cintai. Banyak orang bodoh karena politik dan banyak orang “keblinger” karena politik. Sementara juga ada yang lebih parah, karena terlalu banyak makan mentah-mentah menu politik. Hanyut dalam kenistaan. Hem..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s